Postingan

Jika nanti

Jika nanti aku sudah pergi. Aku pergi keluar negeri. Aku pergi meninggalkan negeri ini. Aku tidak akan membiarkan hati ini menutup diri. Jika nanti aku sudah dewasa. Aku sudah punya banyak usaha. Aku sudah menggapai cita. Aku tidak akan pernah lupa. Aku tidak akan lupa aku dari mana. Aku tidak akan lupa siapa yang dahulu mengajarkan aku betapa sucinya Indonesia. Aku tidak akan membiarkan memoriku tentang Indonesia pergi Aku tidak akan pernah membiarkan Indonesiaku terpuruk lagi. 10 tahun lagi. Jika nanti aku sudah bisa membawa Indonesia. Akan kutunjukkan pada mereka semua, bahwa mereka bukanlah siapa-siapa. Selain orang-orang yang lupa, bagaimana cara menghargai Indonesia, bagaimana salahnya negara mereka. Indonesiaku pasti berjaya. 

Aku sudah kelas 3!

Gambar
Kelas 3 SMP. Masa yang penuh dengan ujian. Masa dimana kami sibuk merencanakan SMA dan memanage waktu untuk persiapan ujian. Kami sedang sibuk-sibuknya. Lelah sekali bimbel sore-sore. Lelah hati juga selalu dibanding-bandingkan dengan kakak kelas. Lelah pikiran menghadapi soal-soal yang menjamur. Lelah mata belajar sampai larut. Tapi semangat kami tidak pernah lelah. Terus-terusan membara. Semoga kami bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Tidak seperti TO yang sebelumnya, TO yang menyesakkan hati dan juga mata semoga nilai kami mencapai sempurna!

Sebel itu.....

Hari ini, aku dan beberapa tetangga membersihkan bekas abu erupsi Gunung Kelud yang memutihkan jalanan kavling tercinta kami. Aku sangat antusias. Aku menyapu abu yang sudah diairi dengan semangat. Lalu ada yang nyeletuk bilang, "Udah kamu duduk aja." Mungkin karena aku kurang terampil. Sebenernya caranya sangat halus. Orang yang tidak peka akan menganggap itu tawaran yang super baik. Tapi aku sudah tau maksudnya. Aku bilang dengan nada bercanda, "Jleeeb" lalu mulai melanjutkan. Setelah dihujat sana-sini (dan juga tidak dianggap ikutan) aku mulai berhenti. Dia bilang "aspalnya keikut" lah, "jangan gitu" lah, setidaknya ajari aku, jangan waton ngomong. Aku ini kan juga tinggal disini. Aku kan juga ingin membantu. Aku bukannya tidak ingin dikritik. Bukan begitu. Seluruh dunia juga tahu, orang tidak suka dianggap tidak ada. Semua orang ingin usahanya dihargai. Kalau aku tidak bisa, ajari aku. Ajari aku bagaimana aspalnya tidak nglotok, ajari aku b...

Sebel

Aku nggak habis pikir ya. Orangnya cuek banget. Umurnya? Jauh di atasku. Dan jangan ditanya kenapa aku nggak suka, karena nggak ada alasan untuk suka sama dia. Sebel banget. Kemarin, hari ini. Kata mamaku, semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Maaf ya, aku nggak pernah liat kelebihannya. Aku benci kenapa harus jadi kerabat dekatnya (ini kelewat dekat). Argh

Hi

Aku bingung mau nulis apa. Tapi, kata mas Zam, menulis itu harus. Jadi, walaupun bingung mau nulis apa, aku mulai aja. Aku mau nyeritain tentang keadaan rumahku setelah mas Riva menikah dan istrinya ada disini. Namanya mbak Atika. Mbak Atik sering masak sup yang enak banget. Keadaan sama saja dengan mas Riva, mas Zam, dan mbak Bela. Ketiganya masih sering gangguin aku. Apa sih untungnya gangguin orang? Nggak tau juga. Seru mungkin ya, denger aku teriak dan liat aku nangis. Hehehe. Semenjak mbak Atik di rumah, mas Riva jadi tambah manut 0,000000001 %. Alhamdulillah deh. Kalo mas Zam makin dekat sama mbak yang itu. BB yang kubeli pake duit THR juga diambil buat BBM-an. Haha. Mas Zam yang sering nyuruh aku nulis. Seriiiing banget. Kalo mbak Bela, udah kerja di perusahaan yang susah dijelasin. Kerjanya sampek jam 3 kadang juga begadang lama banget. Aku? Masih jadi anak terakhir kok (??) Anak terakhir yang paling suka teriak-teriak. Senyebelin apapun, saya sayang kalian. Terimakasih sudah ...

Potret Ramadhan nan Ceria

Gambar
Ini masjid tempat saya menghabiskan separuh Ramadhan untuk mengajar TPA bersama anak-anak yang lucu-lucu. Selain mengaji, kami juga bermain sekaligus belajar tentunya. Ada Bu Sumi yang dengan senang hati membina dan ada juga remaja masjid yang serta merta membantu. Kegiatan ramadhan saya terisi dengan mengajar TPA, buka bersama, mengaji bersama, tarawih juga tadarus. Saya sangat menikmati ramadhan tahun ini.  Banyak juga yang berjualan menu sebelum berbuka dan aksesori kesukaan anak TPA yang terkadang membuat para pengajar kesusahan mengatasi ketertarikan mereka dan mengalihkan pada kegiatan TPA, lagi. Ini adalah tempat untuk berbuka yang disediakan untuk umum, selama stok makanan masih ada dan menunya bukan sembarang menu. Masterpiece dan maknyus tentunya. Banyak penjaga takjil. Biasanya ibu-ibu. Tapi pada hari Sabtu tanggal 3 Agustus 2013 kebetulan remaja sedang semangat (karena saya potret mungkin hahaha). Kami tidak pernah kehabisan materi untuk diajarkan kar...

My fam.

Terdiri dari 3 orang kakak yang luarbiasa, si bontot yang biasa saja, dan terakhir single-mother super yang biasa  dipanggil 'Mamah'. Sebenarnya amat mudah digambarkan. Kakak pertama atau mas Riva, adalah sosok yang cerdas, sayangnya dia terlalu 'rendah hati' untuk melanjutkan sisa-sisa semester di universitasnya. Kakak kedua, mas Zam (read : mas yam) kakak yang rajin tapi lebih suka berpura-pura rajin. Kakak ketiga stepmom (read : mbak Bela) adalah anak yang paling rajin dan suka 'menuntun umatnya' menuju sirotil mustaqim. Mamah,   adalah sosok ayah dan ibu yang luar biasa. Yang mampu menjadi "right man in the right place". Mamah tau saat-saat dimana dia harus bersikap lemah lembut dan bekerja membanting tulang. Yang paling penting, mamah suka berkata, "Yuk makan yang banyak" pada ikan-ikan kecil yang dirawatnya dengan sayang. Beliau suka melihat mulut-mulut kecil melahap pelet dengan lahap. :D  Mungkin, yang belom kenal akan mengatakan ...