Postingan

(The cool) Home-based child

Artinya anak rumahan. Ya, anak rumahan. Betul sekali, anak rumahan. That is me. Banyak yang mencerca dan memaki sifat (ajaib)ku yang satu ini. Katanya, "Yaelah pin, di rumah mulu." "Aneh.." "Hah, kamu belum pernah kesini?" Kalau aku ngajak jalan, "Kamu tu sukanya cuma wacana.. Gak ada realisasi!" "Ya ampun kamu di asrama aja?" "Come on, ini holiday." IYA! Sangat aneh memang. Jaman sekarang nih bro, lagi ngetren anak-anak muda nongkrong di cafe, jalan-jalan ke mall, dan nge-trip ke tempat wisata alam atau naik gunung (dan upload foto di instagram). Tapi, anehnya, aku, lebih suka menghabiskan waktu di rumah daripada jalan-jalan. Bukan masalah gak punya uang (nggak punya juga sih..), ataupun karena jauh, ataupun karena gak punya pacar, ataupun gak punya teman. Alasannya simple. Ada teknologi (yang mana teknologi adalah surga dunia), malas, dan senang di rumah. Ketiga alasan itu sudah cukup untuk mewakili jawaban at...

Perception summary 1

Lagi obsessed sama Daniel Pierce, lecturenya dan neurologi. 1. Ada peneliti di Stranford yang meneliti orang dan sampel nya pake anggur merah. Orang yang berfikir bahwa anggur itu harganya cuma 5 dollar, orbitofrontal tengahnya hanya sedikit sekali merespon penghargaan dan kesenangan, meskipun diri kita nggak sombong, our orbitofrontal did. -Daniel Pierce 2. 'Saat berhenti merokok dan memakai narkoba otak akan mencari zat itu, sama seperti ketika patah hati, ia akan mencari siapa yang mematahkannya.' -Daniel Pierce Jadi... galau bukan sepenuhnya salah manusianya ya? 3. Pernah dengar istilah otak ibu? Beberapa berpendapat bahwa seorang wanita akan menurun kemampuan otaknya setelah ia menjadi ibu dan melakukan tindakan tidak logis, tetapi penelitian membuktikan bahwa menjadi ibu malah membuat adanya peningkatan kognitif. Hipotalamus, amygdala dan korteks prefontal akan tumbuh (it means tambah besar) setelah menjadi ibu. Dan membuat seorang wanita menjadi lebih baik dalam men...

Sent

Gambar
Teruntuk kakak-kakakku yang (tadinya) bisnis kafe. Aku punya beberapa saran, ku unggah ke blog karena mungkin apabila orang tahu dan mereka menyampaikannya padamu akan lebih mudah bagimu untuk mendengarkan. Tsah. Okay, so. Nowadays, aku banyak mengamati perkembangan orang di internet. Orang-orang di instagram  sekarang punya beberapa tuntutan soal makanan. Dan ada 3 tipe food photographer amatir di instagram : yang pertama, orang itu menilai dari segi rasa sehingga bentuknya tidak terlalu penting, karena ia amatir dan apatis ya jadinya nggak peduli hasil fotonya mau kayak gimana atau dia profesional jadi bisa membuat makanan biasa terlihat sexy.. yang kedua, dia tidak peduli rasanya, yang penting cute dan lucu untuk difoto dan yang ketiga dia peduli dua-duanya dan orang ini agaknya bakalan berani bayar mahal. Di instagram setelah aku lihat-lihat, tipe kedua dan ketiga jauh lebih banyak daripada tipe yang pertama. (Apalagi jika sasaran kafe nya anak muda, wez, beneran deh.) Dan.....

Bersiaplah

Kita hanya sedang mengulur waktu. Pada akhirnya hari itu akan datang, hari dimana kita harus pergi.  Yang bisa kita lakukan cuma mengulur waktu, pada akhirnya hari itu akan datang. Hari dimana kita harus pergi. Kita tidak bisa melakukan apa-apa selain mengulur waktu. Pada akhirnya hari itu akan datang. Hari dimana kita harus pergi.  Kita tak bisa menghindar.  Pun memberhentikan waktu.  Bersiaplah. Sudah saatnya kita pergi.  Mencari masa depan. 

Innocent Killer

(Inspirasi dari lagu Mohammad Prananda ; Pengkhianat.) Tap. Tap. Tap. Langkah kaki menggema di koridor ruangan. Langkah hati-hati, waspada barangkali ada yang mengikutinya dari belakang. Kriek. Suara pintu terbuka. Masih hati-hati dan waspada. Barangkali di dalam ruangan ada seseorang yang berniat jahat padanya. "Za?" Jantung Zahir seolah mau lepas dari tempat seharusnya. Ternyata Anya yang memanggilnya. "Ada apa kamu mengendap-endap?" tanya Anya, sambil tertawa renyah. Zahir hanya geleng-geleng. Ekspresinya datar, seolah terancam. Seperti yang biasa Zahir lakukan ketika mengalami kontak dengan orang lain, ia hanya menggeleng kuat, lalu pergi sambil berlari. Zahira Ahsan sudah begitu sejak dua bulan yang lalu. Ia tidak sekolah, tidak keluar rumah, bahkan jarang sekali makan dan minum. Sikap itu mulai dilakukan Zahir sejak kakaknya, Zakka Ahsan, orang yang sangat ia cintai, meninggal karena dibunuh. Orangtuanya juga meninggal, saat usianya baru 6 tahun, kare...

Mungkin

Mungkin aku bukan satu-satunya orang yang tidak suka keluar rumah dan jalan-jalan. Satu. Dari sedikit orang di dunia ini. Aku juga heran pada diriku sendiri, kenapa aku ini begitu kaku dan tidak suka bersenang-senang, menikmati alam dan Kuasa Tuhan yang begitu luas di luar sana. Mengapa aku ini hanya suka berada di ruangan kotak ditemani barang dan koneksi worldwide. Mengapa aku ini hanya suka duduk dan mengamati dunia lewat berita yang kuupdate dari media sosial, mengobrol dengan teman dari luar kota, dan membaca buku. Mengapa aku hanya suka berada di rumah atau di asrama. Banyak orang juga bertanya. "Kenapa kamu tidak jalan-jalan? Apa tidak bosan?" "Dunia ini luas..." (Ini yang tidak bisa kujawab, karena memang benar) "Kamu butuh bersenang-senang sedikit. Apa kamu nggak ingin?" Ya.. Aku juga tidak tahu. Aku juga heran. Coba sekarang kutanya. Katanya kamu lelah, mengapa setelah diberi istirahat, bukannya istirahat malah jalan-jalan? Malah ...

Life Begin

Banyak orang yang bilang, "hidup baru dimulai setelah kita keluar dari zona nyaman kita." Awalnya aku mengelak, bukannya walaupun di zona nyaman, kita tetap bernafas, bergerak, layaknya orang hidup? Memang begitu adanya, tapi aku pun merasa jika kita di rumah dan tidak banyak melakukan aktivitas rasanya seperti raga ini hidup saja, bernafas saja, bergerak saja, tapi kosong layaknya mayat hidup. Dan memang, zona nyaman bukanlah tempat yang cocok untuk belajar dan improvisasi bakat. Zona nyaman adalah tempat istirahat, bukan tempat untuk hidup sehari-hari. Mungkin karena alasan itu juga mamaku selalu menginginkan agar aku tetap di asrama. Asrama, limitnya siswa. Batasan, peraturan, manajemen waktu, dan kebutuhan yang membayang setiap hari dan mengikat tanpa henti, adalah jiwa dan ciri khas asrama. Asrama menjadi limit kami untuk 'bebas'. Bebas dalam artian lepas dari peraturan. Dalam hal ini, orangtua sangat terbantu agar mereka tidak usah repot mengurusi anaknya. Kar...