Postingan

Mungkin

Mungkin aku bukan satu-satunya orang yang tidak suka keluar rumah dan jalan-jalan. Satu. Dari sedikit orang di dunia ini. Aku juga heran pada diriku sendiri, kenapa aku ini begitu kaku dan tidak suka bersenang-senang, menikmati alam dan Kuasa Tuhan yang begitu luas di luar sana. Mengapa aku ini hanya suka berada di ruangan kotak ditemani barang dan koneksi worldwide. Mengapa aku ini hanya suka duduk dan mengamati dunia lewat berita yang kuupdate dari media sosial, mengobrol dengan teman dari luar kota, dan membaca buku. Mengapa aku hanya suka berada di rumah atau di asrama. Banyak orang juga bertanya. "Kenapa kamu tidak jalan-jalan? Apa tidak bosan?" "Dunia ini luas..." (Ini yang tidak bisa kujawab, karena memang benar) "Kamu butuh bersenang-senang sedikit. Apa kamu nggak ingin?" Ya.. Aku juga tidak tahu. Aku juga heran. Coba sekarang kutanya. Katanya kamu lelah, mengapa setelah diberi istirahat, bukannya istirahat malah jalan-jalan? Malah ...

Life Begin

Banyak orang yang bilang, "hidup baru dimulai setelah kita keluar dari zona nyaman kita." Awalnya aku mengelak, bukannya walaupun di zona nyaman, kita tetap bernafas, bergerak, layaknya orang hidup? Memang begitu adanya, tapi aku pun merasa jika kita di rumah dan tidak banyak melakukan aktivitas rasanya seperti raga ini hidup saja, bernafas saja, bergerak saja, tapi kosong layaknya mayat hidup. Dan memang, zona nyaman bukanlah tempat yang cocok untuk belajar dan improvisasi bakat. Zona nyaman adalah tempat istirahat, bukan tempat untuk hidup sehari-hari. Mungkin karena alasan itu juga mamaku selalu menginginkan agar aku tetap di asrama. Asrama, limitnya siswa. Batasan, peraturan, manajemen waktu, dan kebutuhan yang membayang setiap hari dan mengikat tanpa henti, adalah jiwa dan ciri khas asrama. Asrama menjadi limit kami untuk 'bebas'. Bebas dalam artian lepas dari peraturan. Dalam hal ini, orangtua sangat terbantu agar mereka tidak usah repot mengurusi anaknya. Kar...

perpustakaan

Aku suka sekali membaca buku. Oleh sebab itu sekarang aku sedang berada di perpustakaan kota di dekat sekolah. Ditemani secangkir kopi. Hari ini kebetulan sekolahku pulang lebih awal karena ada rapat mendadak. Ya, kau tau lah terkadang mereka hanya mengobrol tidak jelas, membahas hal-hal yang tidak penting, tetapi masalah yang sesungguhnya terjadi malah diabaikan. Aku tidak peduli, toh mereka adalah pengajar tidak berguna, they paid for doing nothing. Dan aku sudah terbiasa belajar semuanya sendiri. Perpustakaan ini adalah perpustakaan yang sepi pengunjung. Dari hari ke hari, pengunjungnya semakin sedikit saja. Entah karena kondisi perpustakaan yang kurang baik, atau karena semakin menurunnya minat membaca pada homo sapiens di era ini. Ya, opsi kedua lebih masuk akal. Aku sendiri mungkin adalah satu-satunya anak muda yang lebih suka menghabiskan jam kosong belajar di perpustakaan daripada hangout bersama teman-teman. Dan sekarang aku sendiri. Oh tidak, ditemani secangkir kopi.  ...

Mubaligh Hijrah, Program Sekolah yang Rada Beresiko

Setiap tahun, sekolahku mengadakan program peluncuran siswi kelas 5 (kelas 11 SMA) ke daerah-daerah di DIY dan sebagian kecil Jawa Tengah untuk ya istilahnya membantu kegiatan ramadhan di daerah tsb, Mubaligh Hijrah namanya (disingkat : MH). Sayangnya banyak juga complain yang datang dari guru-gurunya sendiri. Iya, datang dari guru-guru! Katanya, siswi-siswi tidak sopan, hanya tidur-tiduran, tidak membantu. Nah, yang membuat bingung adalah mengapa hal itu tidak menjadi evaluasi program MH tahun berikutnya. Sekolahku terlalu ambisius mengirimkan siswi ke banyak daerah sehingga tidak jarang sekolah tidak memedulikan standar siswi yang akan diberangkatkan MH. Standar nya pun juga tidak jelas. Melalui sebuah diskusi kecil, temanku pernah mengatakan, 'Bagaimana jika standarnya ditentukan per daerah? Maksudnya adalah sekolah survey dulu ke daerahnya, anak 'tipe' apa yang dibutuhkan disana?' aku lalu menyetujuinya. Hal itu juga bisa menjadi saran untuk program ini. Yang aku ...

Dampak Positif dan Dampak Negatif Bahasa Alay

      Jaman sekarang atau biasa kita sebut dengan era modern, banyak sekali kita temui sesuatu yang baru yang terus berkembang. Sesuatu yang baru itu bisa jadi baik atau buruk. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang bahasa yang sedang marak dan utamanya dipakai oleh kaum muda. Bahasa nasional? Bukan. Bahasa daerah? Bukan. Bahasa asing? Mungkin. Tapi bahasa ini jarang ada yang mengerti dan tidak ada kamus yang mengedarkan terjemahannya. Yap. Bahasa Alay.   Menurut   id.wikipedia.org , Bahasa Alay digunakan pertama kali di jejaring social Friendster pada tahun 2005. Alay adalah bahasa tidak resmi yang hanya digunakan di Indonesia. Alay merupakan bahasa yang mempunyai struktur kata dari Bahasa Indonesia dengan sedikit perbedaan penulisan dengan menggunakan huruf vokal pengucapan dengan bentuk gabungan huruf dan angka. Alay sendiri tidak memiliki arti kata secara jelas dan artinya tidak tercantum di kamus besar manapun. Alay sering...

Semoga

Nama saya Anda. Saya hidup dan lahir di kota besar dengan gedung yang menyentuh langit biru, dengan sungai keruh yang tetap berjuang mempertahankan eksistensinya, dan dengan orang-orang bermata lapar nan sendu. Setiap hari, 100 orang ditelantarkan tanpa modal, rumah digusur, orang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan dan hidup tanpa tujuan setelah bercerai. Tidak tahu mengapa saya bingung dengan hidup ini. Saya selalu bekerja keras dan berdoa, tetapi entah mengapa keberhasilan tak kunjung mampir walaupun hanya singgah sebentar. Keluarga saya tentu membutuhkan saya. Karena (seharusnya) saya menjadi tulang punggung keluarga. Saya merasa worthless entah mengapa merasa saya hanya buang-buang waktu dan tenaga, saya hanya membuat repot keluarga dan menjadi sampah negara tak berguna. Saya hidup bukan untuk tidak menjadi apa-apa, tapi bahkan memikirkannya saya sudah takut. Saya sering mengutuk Tuhan karena Dia memiliki tangan tapi tak jua menggerakkannya. Persetan dengan 'Dia memberi...

Accidential trip

Gambar
last day, about a couple days ago, me and family have a trip to somewhere I dont know (as known as Turi). okay. i think i have to learn more about 'how to use english on your writes well' so let me in indonesian please.  pagi itu aku nggak tau mau kemana. aku masih tiduran di kasur sebelum mamaku berteriak, "ayo siap-siap!" well, menurut cerita mamaku aku sempat bertanya, "mau kemana sih emang?" yeah, because i really dont know and still sleepy soooo for God's sake, akhirnya aku mandi dan bersiap-siap.  keluarga kami menyewa sebuah mobil dengan fitur yang asoy yang juga (sangat) melebihi ALPHARD merk kijank milik kami, dan I decided to duduk disana. di jalan kami tidak menemui sesuatu yang berarti. maklum masih pagi. yang menarik hanya Affan yang terlihat lebih happy dari biasanya dan bulek surya yang membawa perlengkapan Affan melebihi perlengkapannya sendiri. dan beruntungnya kami karena hari itu kamera satu-satunya dalam keluarga sedang nganggur (...