Postingan

Special Guest

Aku tadi pagi mengikuti workshop Bang Tere Liye bersama teman-teman. Temanya adalah menulis. Kami di latih menulis yang indah selama 3 jam kurang sedikit. Kata Bang Tere, "Penulis yang baik itu mempunyai sudut yang berbeda." Jadi, penulis yang baik itu punya 'ide spesial' yang tidak dipikirkan orang lain. Itulah susahnya. Tidak semuanya bisa keluar dari 'basic box' tersebut. Kami semua dilatih untuk menulis yang out of the box. Kata beliau yang sangat menginspirasiku adalah,"Pohon terbaik ditanam 20 tahun yang lalu. Pohon terbaik kedua ditanam hari ini." Jadi jika kita belum memulai dari dulu maka waktu terbaik setelah itu adalah hari ini. Jika kemarin belum, maka mulailah hari ini. Beliau menegaskan kalau penulis harus punya amunisi atau senjata. Maka dari itu kita harus banyak membaca, melakukan riset dan observasi. Kami diberi perumpamaan-perumpamaan yang membuat kami makin semangat menulis. Yang paling penting adalah, menulislah, menulislah, dan...

Pagi

Gambar
Pagi ini aku memikirkan banyak hal. Tentang rencana liburanku, kertas tahfidz yang mungkin dilupakan Nyak, buku muthobaah, makanan, dan reuni. Pagi ini aku hanya duduk saja di depan layar laptop mengetik apa saja yang aku suka, membuat dunia sendiri. Tentu saja itu bukan rencana liburanku. Yang jelas, yang tidak malas kulakukan adalah internetan. Ya, itu saja. Aku merindukan teman-temanku. Aku anak asrama yang kesepian sekarang. Aku tidak rindu dengan aturan-macam-mana-yang-buat-aku-pusing dan juga sekolah yang membosankan. Aku rindu melakukan banyak hal dengan teman-temanku. Aku rindu sekolah, dengan teman-temanku. Aku rindu solat jamaah, dengan teman-temanku. Aku rindu ngobrol, dengan teman-temanku. Entahlah, hal membosankan yang kulakukan bersama mereka menjadi menggiurkan dan asyik. ini waktu hiking. I miss you my best best friends. Semoga sukses!

Halo, gimana kabarnya?

Terimakasih. Terimakasih telah bersedia menjadi sahabat-sahabatku. Terimakasih telah bersedia menjadi orang-orang yang berarti. Kalian akan selalu menjadi sahabat dan orang yang berarti. Thanks a lot. dan tidak akan pernah aku lupakan momentum saat kita; duduk-duduk geje di depan asrama mengomentari siapa saja yang lewat menunggu MIKO cowok paling ganteng di seluruh dunia berisik, menyanyi sekeras yang kita bisa ngobrol (ghibah mungkin) Guys, seperti yang ustazah Amin bilang, kita adalah orang-orang terpilih. Terpilih menjadi anak-anak Mumuyota yang beriman dan berakhlak mulia (haha). Tahun ini, tidak usah menyesal, bagi yang keluar, semoga kalian mendapatkan yang kalian inginkan. Jangan pernah menyesal, bagi yang menetap, insyaAllah keputusan kalian itu baik untuk kalian. Kalian sudah membuat keputusan. Maka dari itu, tidak ada yang perlu disesali. Semoga kalian menjadi yang orang yang kalian targetkan. Aku hanya bisa berdoa, sebagai sahabat, semoga sukses. nb: aku tidak diba...

Jika nanti

Jika nanti aku sudah pergi. Aku pergi keluar negeri. Aku pergi meninggalkan negeri ini. Aku tidak akan membiarkan hati ini menutup diri. Jika nanti aku sudah dewasa. Aku sudah punya banyak usaha. Aku sudah menggapai cita. Aku tidak akan pernah lupa. Aku tidak akan lupa aku dari mana. Aku tidak akan lupa siapa yang dahulu mengajarkan aku betapa sucinya Indonesia. Aku tidak akan membiarkan memoriku tentang Indonesia pergi Aku tidak akan pernah membiarkan Indonesiaku terpuruk lagi. 10 tahun lagi. Jika nanti aku sudah bisa membawa Indonesia. Akan kutunjukkan pada mereka semua, bahwa mereka bukanlah siapa-siapa. Selain orang-orang yang lupa, bagaimana cara menghargai Indonesia, bagaimana salahnya negara mereka. Indonesiaku pasti berjaya. 

Aku sudah kelas 3!

Gambar
Kelas 3 SMP. Masa yang penuh dengan ujian. Masa dimana kami sibuk merencanakan SMA dan memanage waktu untuk persiapan ujian. Kami sedang sibuk-sibuknya. Lelah sekali bimbel sore-sore. Lelah hati juga selalu dibanding-bandingkan dengan kakak kelas. Lelah pikiran menghadapi soal-soal yang menjamur. Lelah mata belajar sampai larut. Tapi semangat kami tidak pernah lelah. Terus-terusan membara. Semoga kami bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Tidak seperti TO yang sebelumnya, TO yang menyesakkan hati dan juga mata semoga nilai kami mencapai sempurna!

Sebel itu.....

Hari ini, aku dan beberapa tetangga membersihkan bekas abu erupsi Gunung Kelud yang memutihkan jalanan kavling tercinta kami. Aku sangat antusias. Aku menyapu abu yang sudah diairi dengan semangat. Lalu ada yang nyeletuk bilang, "Udah kamu duduk aja." Mungkin karena aku kurang terampil. Sebenernya caranya sangat halus. Orang yang tidak peka akan menganggap itu tawaran yang super baik. Tapi aku sudah tau maksudnya. Aku bilang dengan nada bercanda, "Jleeeb" lalu mulai melanjutkan. Setelah dihujat sana-sini (dan juga tidak dianggap ikutan) aku mulai berhenti. Dia bilang "aspalnya keikut" lah, "jangan gitu" lah, setidaknya ajari aku, jangan waton ngomong. Aku ini kan juga tinggal disini. Aku kan juga ingin membantu. Aku bukannya tidak ingin dikritik. Bukan begitu. Seluruh dunia juga tahu, orang tidak suka dianggap tidak ada. Semua orang ingin usahanya dihargai. Kalau aku tidak bisa, ajari aku. Ajari aku bagaimana aspalnya tidak nglotok, ajari aku b...

Sebel

Aku nggak habis pikir ya. Orangnya cuek banget. Umurnya? Jauh di atasku. Dan jangan ditanya kenapa aku nggak suka, karena nggak ada alasan untuk suka sama dia. Sebel banget. Kemarin, hari ini. Kata mamaku, semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Maaf ya, aku nggak pernah liat kelebihannya. Aku benci kenapa harus jadi kerabat dekatnya (ini kelewat dekat). Argh